tentang tulisan-tulisan gila dari seorang perempuan yang amat mengerikan.Perdana menteri belum tau yang aku wujud di Malaysia, tapi aku terlalu yakin yang menulis bukan tentang suatu pengenalan atau lakonan yang semata dibuat-buat.
Udara
Dapatkan pautan
Facebook
X
Pinterest
E-mel
Apl Lain
berjalan dengan langkah yang berbagai atau berderai.
bergeraklah bahkan jika dengan tidak fasih sekalipun.
tapi jangan stagnant macam tugu negara. kita 70% air.
kalau air bertakung, dia berkeladak jadi tempat tumbuh jentik-jentik 😁
rasa cukup tu susah, kan? rasa cukup tu rezeki yang berat. bayangkan dalam satu buku cerita, sepanjang sehingga muka surat paling akhir tak ada noktah; cuma ada ayat yang disambung semikolon dan koma. macam tu lah hidup takde rasa cukup. penat nak baca. Tuhan bagi sembilan puluh sembilan puluh sembilan batang sungai pun kalau kita datang dengan baldi berlubang, kita belum mahu berasa terpenuhkan. somehow, hidup tanpa rasa cukup tu macam... hmmm ....hidup yang terhukum. sampai kita maklum-- yang-- hidup bukan tentang seberapa banyak kita diberi, tapi tentang langkah-langkah bagaimana menampal baldi yang bocor tadi. sebab semua orang punya pesen baldi bocor sendiri sendiri. tak ada yang tak ada. Hujung cerita--- bukankah doa-doa yang kita minta hanya untuk akhirnya merasakan diri kita nantinya cukup? lalu apakah maknanya doa yang termakbulkan kalau sekiranya kita menadah dengan tangan tangan yang bocor? moga tak datang jemu tampal menampal.
Setiap pertemuan terasa bagaikan olahraga yang melelahkan, aku ingin menumpuk seperti kulat yang ramai, lalu memotong seporsi demi seporsi tubuhku untuk dibawa pulang seorang satu. namun diriku angin- yang menolak semuanya datang menjauh. meskipun mahu, sialnya aku tidak.
Ulasan
Catat Ulasan